
Oleh: Noval Maliki,
Judul Buku: Hitam-Putih FPI (Front Pembela Islam)
Penulis: Andri Rosadi, Lc, M.Si.
Penerbit: Nun Publisher
Cetakan: Pertama, Juli 2008
Tebal: 240 Hlm.
Mungkin jawaban yang ada di benak saya, tidak jauh berbeda dengan anda pembaca ketika ditanyakan, organisasi masyarakat (ormas) apa yang identik dengan aksi kekerasan? Atau bila lebih dikerucutkan lagi siapa tokoh yang saat ini dikenal paling “garang” dalam menyampaikan pandangan-pandangan keagamaannya, terutama dalam hal penegakan ‘amar ma’ruf nahi munkar dan pembubaran aliran Ahmadiyah?
FPI dan Habib Rizieq Shihab adalah dua nama yang secara spontan mungkin terlintas untuk menjawab dua pertanyaan di atas. Keduanya bagai dua sisi mata uang yang tak terpisahkan. Maklum sang Habieb, yang keturunan tokoh legendaris Betawi si Pitung dan juga secara geneologis merupakan ahlul-bait keturuanan Rasulullah saw. ini, merupakan pendiri utama ormas tersebut. Sehingga bisa dikatakan bahwa FPI adalah representasi dari Habieb Rizieq, ia adalah pusat wacana sekaligus produsen kebenaran yang linuwih tak tertandingi hingga kini bagi ormas tersebut.
Meskipun hal tersebut bukan jaminan untuk tidak terjadinya “pembusukan” dari internal FPI sendiri, mengingat tidak sedikit yang mencatut nama dan pengaruh Habieb maupun FPI, justru untuk mengeruk kepentingan pribadi. Sehingga kemudian terjadi friksi yang dikenal istilah FPI hitam, yang mbalelo dan menyimpang, dan FPI putih, yang konsisten pada garis perjuangan organisasi.
Judul Buku: Hitam-Putih FPI (Front Pembela Islam)
Penulis: Andri Rosadi, Lc, M.Si.
Penerbit: Nun Publisher
Cetakan: Pertama, Juli 2008
Tebal: 240 Hlm.
Mungkin jawaban yang ada di benak saya, tidak jauh berbeda dengan anda pembaca ketika ditanyakan, organisasi masyarakat (ormas) apa yang identik dengan aksi kekerasan? Atau bila lebih dikerucutkan lagi siapa tokoh yang saat ini dikenal paling “garang” dalam menyampaikan pandangan-pandangan keagamaannya, terutama dalam hal penegakan ‘amar ma’ruf nahi munkar dan pembubaran aliran Ahmadiyah?
FPI dan Habib Rizieq Shihab adalah dua nama yang secara spontan mungkin terlintas untuk menjawab dua pertanyaan di atas. Keduanya bagai dua sisi mata uang yang tak terpisahkan. Maklum sang Habieb, yang keturunan tokoh legendaris Betawi si Pitung dan juga secara geneologis merupakan ahlul-bait keturuanan Rasulullah saw. ini, merupakan pendiri utama ormas tersebut. Sehingga bisa dikatakan bahwa FPI adalah representasi dari Habieb Rizieq, ia adalah pusat wacana sekaligus produsen kebenaran yang linuwih tak tertandingi hingga kini bagi ormas tersebut.
Meskipun hal tersebut bukan jaminan untuk tidak terjadinya “pembusukan” dari internal FPI sendiri, mengingat tidak sedikit yang mencatut nama dan pengaruh Habieb maupun FPI, justru untuk mengeruk kepentingan pribadi. Sehingga kemudian terjadi friksi yang dikenal istilah FPI hitam, yang mbalelo dan menyimpang, dan FPI putih, yang konsisten pada garis perjuangan organisasi.



